Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Madah Penghormatan bagi Abdurrahman Wahid

Turut Berduka Cita



Abdurrahman Wahid




Abdurrahman Wahid memperlihatkan kepada kita bahwa mendengarkan adalah perbuatan besar.





GAMBAR di atas diambil dari situs yang bertajuk nama "Abdurrahman Wahid" di http://gusdur.net/. Sewaktu menilik halaman dalamnya, kita akan menemukan cermin dari seseorang yang seumur hidupnya menggulati semangat pluralisme, menjunjung tinggi perbedaan, terutama ketidakpersamaan pendapat. Isinya yang luas, menyiratkan tahun-tahun panjang melakukan perenungan, riset, dan luasnya pengalaman pribadi. Segala aliran pendapat yang tertuang di situs tersebut bukan berhulu dari orang berkelas sembarangan.

Catatan hidup Abdurrahman Wahid menunjukkan bagaimana seharusnya seorang berpendidikan memilih gaya hidup: berusaha melayani masyarakat kembali. Karena Tuhan sepanjang waktu mengambil saluran dari manusia di sekeliling kita untuk memberikan pengetahuan serta didikan, dan dengan demikian kita harus mengembalikan segala kebaikan ilmu yang telah kita terima dalam perjuangan menegakkan peri kehidupan mulia di antara masyarakat. Keinginan mengabdi bagi masyarakat, itulah batas kebebasan belajar kita.

Kala menjelang tahun 2010, Presiden Abdurrahman Wahid menyempurnakan keteladanan dalam mengabdi kepada masyarakat dengan cara terus-menerus berusaha memberikan telinga bagi sebanyak-banyaknya suara. Sungguh, mendengarkan lebih baik dari banyak usaha melakukan banyak upaya melakukan kebaikan.

Bila semua orang mau mendengar lebih banyak, maka mereka akan selangkah lebih dekat untuk bisa tangkas memilih mana yang baik dan jahat. Namun kita harus ingat, bahkan kalangan diktaktor terjahat sekalipun akan membebaskan segala pendapat bergulir manakala baik di telinganya saja. Dengan demikian, kerelaan mendengarkan segala pendapat mengisyarakatkan kerendahan hati, kerelaan untuk diperbaiki, kemauan untuk disempurnakan orang lain.

Semoga, kita bisa mengajarkan kepada generasi berikutnya sebagaimana Abdurrahman Wahid telah berkhotbah melalui tindakan nyatanya sepanjang usianya.

Amin.

Jakarta, 31 Desember 2009
Dian Manginta - Cantik Selamanya

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...